Selasa, 11 Januari 2011

Sejarah Singkat Kota Jakarta (1527)

Jakarta di pulau Jawa adalah ibu kota Republik Indonesia dan kota terbesarnya, yang memusatkan sumber-sumber dayanya untuk pendidikan dan perkembangan ekonomi keuangan dan industri yang terus tumbuh.

Kendati didirikan sebagai Batavia oleh Belanda pada tahun 1527 dan dijadikan Belanda Hindia Timur pada tahun 1615, ada bukti-bukti bahwa sejak abad ke-5 masehi tempat ini sudah dihuni. Dengan rumah-rumah kolonial yang besar dan persegi, Jakarta memiliki tampilan kota Eropa. Ini juga memiliki atmosfer Timur, atau gaya "Indische", yang terbukti dengan taman-taman luas di depan rumah dan jalan-jalan lebar dengan pohon-pohon di kanan kirinya.

Di Jakarta tempo dulu, ketika masih bernama Batavia, kota ini mirip dengan kota Belanda, dengan tembok-tembok kota yang tebal dan kanal-kanal. Kini kota tua yang disebut Jakarta Kota, adalah wilayah utama dimana lingkungan Belanda tradisional ini masih bisa ditemukan. Ini adalah jantung finansial kota yang menjadi rumah bagi sebagian populasi Tionghoa yang jumlahnya cukup besar di Jakarta. Di sini juga dapat ditemukan Gereja Portugis (1695) dan Balai Kota Tua (1710). Di bagian lain kota, rumah-rumah biasanya dibuat dari kayu atau bambu dan disebut kampung.

Sebagai pusat perdagangan dan pendidikan, Jakarta kini telah menjadi metropolis modern dengan penduduk 8,2 juta jiwa yang mencakup wilayah seluas 590 km persegi di muara Sungai Ciliwung. Lokasinya terletak di dataran aluvial (endapan) rendah yang mudah dilanda banjir, dengan wilayah rawa yang luas dan hutan yang semakin menciut di daerah hulunya.

Pencampuran gaya yang unik antara Barat dan Timur di Jakarta berkembang sepanjang sejarah penjajahannya. Oleh bangsa asing, yang dimulai dengan pendudukan perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) pada abad ke-16. Inggris sempat menguasainya sementara waktu dalam perang Napoleonik, disusul pendudukan Jepang pada Perang Dunia II, dan pendudukan berikutnya oleh Pasukan Sekutu. Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada akhir perang tahun 1945, tetapi Belanda bersikeras untuk menguasainya, jadi kemerdekaannya baru benar-benar diakui tahun 1949.

Batavia, yang diganti namanya menjadi Jakarta kemudian mengalami ledakan pembangunan besar-besaran. Tahun 1950 Universitas Indonesia didirikan, dan Hotel Indonesia serta kompleks Olahraga Senayan dibangun untuk Asian Games 1962. Selain olahraga, Jakarta juga menggelar seni tradisional seperi wayang orang dan drama, musik gamelan, dan pertunjukan wayang kulit serta wayang golek. Dalam acara tahunan Jakarta Fair, pertunjukan yang memperlihatkan semua kebudayaan Indonesia.

Diangkat dari : 100 Great Cities in World History

0 komentar:

Poskan Komentar